Bekal Kehidupan dari Sebuah Kisah Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha
Home » Uncategorized  »  Bekal Kehidupan dari Sebuah Kisah Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha

Bekal Kehidupan dari Sebuah Kisah Ibunda Aisyah radhiyallahu 'anha

🎙 Al-'Allamah Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i rahimahullahu ta’ala berkata,

“Apakah engkau mengetahui bahwa Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha adalah wanita yang tidak memiliki keturunan? Namun tidak satu pun ada riwayat di dalam kitab-kitab para ulama yang menyebutkan bahwa beliau pernah meminta doa kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar aku mendapatkan keturunan.”

Apakah engkau mengetahui bahwa Rasulullah wafat saat Aisyah berumur 18 tahun? Dan Rasulullah sangat mencintainya. Ummul mukminin adalah seorang wanita yang memiliki rasa cemburu yang besar dan hidup selama 47 tahun setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat. Walaupun demikian, beliau tidak pernah berlarut-larut dalam kesedihan atas kepergian suaminya.

Akan tetapi beliau selalu disibukkan dengan ilmu dan ibadah. Beliau juga merupakan sahabat wanita yang menjadi pengajar, pendidik, dan ahli fatwa bagi para sahabat nabi lainnya radhiyallahu ‘anhum.

Hidup tidak boleh berhenti karena tidak memiliki keturunan, karena kematian suami, karena sederhananya tempat tinggal, karena adanya istri kedua, karena kehilangan harta, karena kematian orang tua, dan karena kehilangan anak tercinta.

Tidaklah Allah mengambil suatu pemberian, melainkan Allah mengganti dengan yang lebih baik. Dunia ini adalah tempat ujian dan cobaan, selamanya tidak akan pernah sempurna bagi siapa pun. Penuhilah hati dengan iman, keridhaan dan prasangka baik kepada Allah.

📚 Sumber : Gharatul Asyrithah No.474